Beranda Pemerintahan 100 Huntara Diresmikan untuk Warga Korban Tsunami Kecamatan Sumur

100 Huntara Diresmikan untuk Warga Korban Tsunami Kecamatan Sumur

388
0
penandaganganan serah terima antara pihak Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bupati Pandeglang, Senin (11/2/2019) di lokasi Huntara Kampung Pasir Malang Desa Sumberjaya. Foto istimewa

PANDEGLANG – Sebanyak 100 unit Hunian Sementara (Huntara) telah diresmikan, dan siap diisi oleh warga korban tsunami Selat Sunda di Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur. Hal ini terungkap saat penandaganganan serah terima antara pihak Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bupati Pandeglang, Senin (11/2/2019) di lokasi Huntara Kampung Pasir Malang Desa Sumberjaya.

Pimpinan Wilayah Bank Negara Indonesia (BNI) Jakarta dan Bumi Serpong Damai (BSD) Hendri Panjaitan mengatakan, jumlah Huntara yang diresmikan sebanyak 100 unit. Dari jumlah itu, 80 unit masuk ke Desa Sumber Jaya, dan 20 masuk ke Desa Tunggal Jaya.

“Huntara ini sebagai wujud suport dalam meringankan penderitaan korban tsunami. Mudah – mudahan bantuan itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Pandeglang khususnya Kecamatan Sumur,” kata Hendri.

Menurut Hendri, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat banyak. Sebab itu Hendri berharap dengan diserahterimakannya Huntara ini dapat mendorong BUMN lainnya untuk dapat melengkapi fasilitas lainnya pelengkap huntara.

“Dengan begitu perusahaan lainnya juga ikut andil dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana dengan fasilitas penunjang lainnya, ” ujarnya.

Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengungkapkan, dirinya baik secara pribadi dan Kepala Daerah mengucapkan terima kasih atas apa yang dilakukan Bank BNI.

“Saya mewakili masyarakat sumur mengucapkan terima kasih kepada BNI karena telah membangunkan huntara untuk masyarakat. Saya terharu dan bangga masyarakat kami dapat menempati huntara dalam waktu dekat ini, “kata Irna.

Irna mengimbau, agara masyarakat tidak termakan oleh issue yang tidak benar. Pasalnya, saat ini banyak issue tidak sedap beredar dikalangan masyarakat terkait keberadaan huntara.

“Jangan hiraukau mereka yang menjadi provokator. Kami tidak akan mengambil milik masyarakat, justru huntara ini kami bangunkan untuk masyarakat agar tidak tinggal di zona merah, ” terangnya.

Irna berharap, masyarakat Sumur dapat mensyukuri apa yang saat ini mendapatkan huntara. Ia melihat, banyak warga diwilayah terdampak lainnya masih menunggu huntara yang akan dibangun. (Man/Red)