Beranda Nasional 10 Desa di Banten Masuk Program Desa Migran Emas

10 Desa di Banten Masuk Program Desa Migran Emas

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Muh Fachri. (IST)

SERANG– Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menetapkan 10 desa di Provinsi Banten sebagai bagian dari Program Desa Migran Emas. Program tersebut diklaim untuk memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia sejak dari daerah asal.

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh Fachri mengatakan program itu merupakan upaya mengubah pendekatan pelindungan pekerja migran yang selama ini lebih banyak dilakukan ketika persoalan muncul di negara penempatan.

“Pembentukan program ini merupakan langkah strategis untuk mengubah paradigma pelindungan pekerja migran dari yang berbasis penanganan kasus di negara tujuan, menjadi pencegahan dari daerah asal,” kata Fachri, Kamis (18/6/2026).

Menurut Fachri, jumlah Desa Migran Emas di Banten akan terus bertambah. Pengembangan program tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

“Saat ini, di Banten itu sudah ada kurang lebih 10 desa yang sudah ditetapkan, tapi akan terus dikembangkan. Semakin banyak Desa Migran Emas yang terbentuk, maka akan semakin memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia,” kata dia.

Melalui program tersebut, masyarakat desa akan memperoleh informasi mengenai prosedur migrasi yang aman dan legal. Calon pekerja migran juga akan mendapat pengetahuan mengenai perusahaan penempatan resmi, lembaga pelatihan yang terdaftar, serta akses terhadap berbagai program pemerintah.

KP2MI juga menggandeng Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Ikatan Alumni Mahasiswa Untirta dalam pengembangan program tersebut. Keterlibatan kalangan akademisi diklaim untuk memperkuat pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di daerah kantong pekerja migran.

Selain aspek pelindungan, program Desa Migran Emas juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk membuka akses fasilitas pendidikan dan pelatihan manufakturnya untuk warga desa dan lulusan sekolah menengah kejuruan yang ingin meningkatkan kompetensi kerja.

Baca Juga :  Disnakertrans Kabupaten Serang Akan Kirim 15 KK Untuk Program Transmigrasi

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: