Beranda Kesehatan 1.400 Bidan di Jawa Barat dan Banten Cegah Stunting dengan Poster Penting

1.400 Bidan di Jawa Barat dan Banten Cegah Stunting dengan Poster Penting

Bidan di Jawa Barat dan Banten Cegah Stunting dengan Poster Penting - foto istimewa

SERANG – Satu dari tiga anak Indonesia masih mengalami stunting, gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan kebersihan yang buruk. Selain mempengaruhi kualitas hidup secara permanen karena tumbuh kembang yang tidak optimal, secara makro, laporan Bank Dunia menyebutkan stunting bisa berakibat pada turunnya Produk Domestik Bruto (PDB) sampai dengan 10%.

Merespon hal ini, Pemerintah Indonesia telah menjadikan isu stunting sebagai prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 yang mengajak masyarakat bersama-sama memerangi stunting dengan target 14% di tahun 2024, 10% lebih rendah dari laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021.

Sebagai bagian upaya penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) selaku Ketua Program Percepatan Penurunan Stunting yang secara resmi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo, bersama dengan organisasi non-profit yang fokus menangani stunting, yakni Yayasan Seribu Cita Bangsa atau yang lebih dikenal dengan nama 1000 Days Fund melatih 1.400 Bidan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan 4 Kabupaten di Banten selama bulan November dengan Kabupaten Indramayu di Provinsi Jawa Barat menjadi pemberhentian terakhir yang menandai selesainya dilakukan pelatihan di kedua provinsi ini.

“Selama satu bulan ini, bersama dengan tim 1000 Days Fund, kami berkeliling Kabupaten dan Kota di Jawa Barat untuk memastikan seluruh bidan peserta pelatihan paham mengenai media edukasi Poster PenTing dan bisa meneruskan pengetahuan ini kepada rekan sesama Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader PKK, maupun Kader Posyandu, dan memotivasi untuk bekerja keras agar terwujud zero new stunting,” ujar Angela Sri Melani Winyarti, Koordinator Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat yang hadir di hari pelatihan terakhir di Indramayu. Poster Peduli Stunting (Poster PenTing), merupakan poster inovasi 1000 Days Fund yang mengandung informasi cara cegah stunting sekaligus berfungsi sebagai alat deteksi dini stunting pada anak di bawah 2 tahun.

Sebelumnya, pelatihan dan penyuluhan menggunakan Poster PenTing ini telah dilakukan lebih dulu di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2019. Dalam jangka waktu 3 tahun, Kabupaten Manggarai Barat berhasil mencatatkan angka penurunan stunting yang signifikan, dari 57,6% di 2019 menjadi 38,5% di 2021. Keberhasilan ini salah satunya didorong oleh perubahan perilaku, terutama dari segi pola asuh.

Survei yang dilakukan tim 1000 Days Fund kepada 1,428 responden menunjukan bahwa pemahaman orang tua terkait stunting meningkat menjadi 5x lebih baik setelah mendapatkan penyuluhan menggunakan Poster PenTing.

“Kami percaya bahwa pencegahan stunting yang efektif adalah melalui pemberdayaan dan pemberian informasi kepada orangtua dan pengasuh anak sehingga mereka dapat mengambil pilihan bijak dalam membesarkan anak-anaknya. Oleh karena itu 1000 Days Fund bekerja sama pengan BKKBN, melakukan pelatihan berjenjang kepada bidan yang akan meneruskan informasi dan edukasi kepada kader dan kepada rumah tangga,” ujar Velofa Theresia, Chief Operating Officer 1000 Days Fund yang mendampingi jalannya pelatihan di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Tidak berhenti sampai dengan pelatihan kepada Bidan TPK saja, tim 1000 Days Fund bersama BKKBN juga berkomitmen untuk memantau keberhasilan program dengan melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke rumah tangga. Contohnya di Desa Janaka, Pandeglang, Banten, dimana Poster PenTing yang tertempel sudah lebih dari 50% target penempelan, monitoring dan evaluasi mulai dilakukan.

“Selama ini saya dengar kata ‘stunting’ hanya dari televisi saja, tapi saya belum paham apa itu stunting. Lalu kemarin ada ibu bidan dan kader posyandu menjelaskan kepada saya apa itu stunting, bahayanya dan cara pencegahannya melalui Poster PenTing ini sehingga saya sekarang jadi paham. Tentunya saya akan ikuti semua saran baik tersebut demi kesehatan anak saya,” ungkap Ibu Rohayati, ibu dengan anak 15 bulan di Desa Janaka.

Masing-masing Bidan TPK yang dilatih, pulang ke desa/kelurahan/kecamatan masing-masing pengan membawa 70 Poster PenTing yang nantinya akan ditempelkan di 60 rumah tangga dan sisa 10 poster akan menjadi bahan ajar yang ditempelkan di puskesmas, posyandu, maupun klinik.

“Targetnya sebanyak kurang lebih 84,000 rumah tangga di Jawa Barat dan Banten memiliki Poster PenTing ini sebagai pengingat akan pentingnya perilaku pencegahan stunting dan sebagai alat deteksi dini stunting. Sisanya sebanyak hampir 14,000 akan tertempel di fasilitas kesehatan dan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang tua dan anggota keluarga target sasaran 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) yang merupakan masa-masa emas pertumbuhan dan masa pencegahan stunting,” tambah Velofa.

(Ril/Red)